Minggu, 17 April 2016

Kepuasan Layanan Perpustakaan

Bekerja sebagai "pelayan" adalah salah satu pekerjaan yang membutuhkan super kesabaran dan ekstra mental yang semestinya. Bekerja sebagai pustakawan sama hal nya dengan melayani pemustaka dengan berbagai macam kebutuhan mereka tanpa kita sadari selalu membuat pustakawan belajar tanpa henti. 
Ada banyak acara yang dilaksanakan untuk mengetahui seberapa tinggi kepuasan pemustaka pada perpustakaan, seperti hal nya di tempat saya bekerja yang rutin dilakukan adalah sarasehan. Acara tersebut dilaksanakan untuk mengetahui dan mengukur seberapa tinggi kepuasan pelayanan yang diberikan kepada stake holder, di perpustakaan sangat penting mengetahui hal tersebut untuk menunjang saran dan kritik dari pemustaka karena memang terlalu subyektif jika melihat standar kepuasan itu pada tiap pemustaka, pastinya akan berbeda-beda. 

Kepuasan pemustaka sebagai tolok ukur keberhasilan perpustakaan dalam memberikan layanan, ada beberapa unsur karakteristik pelayanan berdasarkan kebutuhan salah satunya adalah efisien dan ketetapan waktu. Hal tersebut sangat berkaitan karena pemustaka menginginkan pelayanan yang tidak berbelit-belit dan mudah untuk dimanfaatkan fasilitas perpustakaannya tersebut. 
Layanan pemustaka dapat diartikan bahwa semua kegiatan yang diberikan kepada pemustaka yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan pemanfaatan koleksi perpustakaan. 

Layanan yang berkualitas diberikan dengan cara sifat yang baik-baik seperti halnya jujur, ramah, santun, humanis, sensitif, simpatik, empati, tanggung jawab, dan percaya diri. Melakukan pelayanan kepada pemustaka dengan tulus akan membuahkan hasil bahwa pemustaka benar-benar memberikan poin kepuasan yang tinggi. 
Selamat "melayani" pemustaka para pustakawan-pustakawan sejati...!!  

Senin, 18 Januari 2016

Mempromosikan Perpustakaan

Pagi Dunia Buku...

Seperti biasanya berangkat pagi untuk bekerja di sebuah perpustakaan,, hal mulia yang tidak semua orang mengalaminya. Perasaan senang yang hampir setiap hari kualami adalah ketika akan membuka pintu ruang perpustakaan...beberapa pemustaka sdh setia menanti dan ingin langsung mengikutiku dari belakang.
Bagaimana kondisi tersebut sering kualami?? Who knows... :D

Sudah lebih dari 10 tahun aku berkecimpung di dunia perpustakaan,, sedikit banyak mengenal keadaan sensitif yang perlu kutingkatkan demi kenyamanan pemustaka memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan tersebut. Beberapa hal mudah yang kuterapkan agar pemustaka betah mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan adalah:
1. Pustakawan menyatu dengan pemustaka,
    hal ini menurutku perlu diterapkan karena sebagai seorang pustakawan akan mengerti keinginan pemustaka bila memposisikan sebagai seseorang yang ingin dilayani dan ingin kebutuhannya             dipenuhi. Bagaimana menjadikan diri sendiri sebagai pemustaka itu hal mudah, pertama-tama             selalu ramah dan menjaga komunikasi menjadi alat utama untuk mengetahui kebutuhannya.
2. Menjadikan perpustakaan seperti rumah kita sendiri,
    ketika bekerja di perpustakaan hanya untuk duduk dan melayani peminjaman pengembalian bahan pustaka pada pemustaka, maka lambat laun akan bosan dan kemampuan kita menjadi tidak                 produktif. Bagiku menganggap perpustakaan tempat kubekerja adalah rumahku, maka mau tidak         mau aku merasakan bahwa perpustakaan adalah tempat yang nyaman untuk kutinggali dan                   kutempati. Tidak hanya menata bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan, tetapi berusaha                   bagaimana mendesain perpustakaan itu enak dipandang dan layak untuk dikunjungi.

Sementara itu yang kulakukan untuk menempatkan perpustakaan menjadi ladang promosiku dalam bekerja, agar para pemustaka menjadikan perpustakaan sebagai tujuan terpilih ketika dalam kondisi butuh maupun kondisi santai.

Selamat beraktifitas... jadikan isi buku adalah ilmu yang selalu ingin digali.