Kinerja suatu organisasi berbeda-beda, tidak dapat
dijadikan standar pada organisasi lainnya. Definisi kinerja menurut Sedarmayanti adalah hasil kerja seseorang pekerja, sebuah proses manajemen
atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus
dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan
standar yang telah ditentukan). Kinerja
perpustakaan menurut Sri Purnomowati, didefinisikan sebagai efektivitas layanan yang disediakan oleh
perpustakaan dan efisiensi sumber daya yang dialokasikan dan digunakan untuk
layanan tersebut.
Sutarno NS mengatakan bahwa Kinerja
atau “performance” sebuah
perpustakaan adalah gambaran atas keberhasilan atau pun kegagalan
penyelenggaraan perpustakaan. Suatu kegiatan dinilai berhasil atau mengalami
kegagalan dapat diukur dengan menghitung
perbandingan antara rencana yang ditetapkan dengan hasil riil yang dicapai. Karena penyelenggaraan sebuah perpustakaan tidak
dapat dipahami hanya sebatas sebuah ruang dan gedung atau akomodasi fisik
sebagai tempat penyimpanan buku semata, melainkan proses dalam penyelenggaraan
itu juga. Definisi yang lain , pendapat dari John Crawford, Kinerja perpustakaan
adalah efektivitas jasa yang disediakan perpustakaan dan efesiensi sumber daya
yang digunakan untuk menyiapkan jasa. Untuk menilai
efektivitas kinerja perpustakaan dikenal beberapa teori, antara lain konsep
kriteria. Dengan konsep ini memungkinkan untuk menilai efektivitas perpustakaan
melalui pengukuran terhadap akses, kepuasan pemakai, dan keuntungan penggunaan.
Untuk mengetahui apakah pembinaan penyelenggaraan
perpustakaan tersebut berhasil atau sebaliknya mengalami kegagalan, maka ada
beberapa indikator yang ditetapkan, menurut Sutano NS yaitu antara lain:
a.
Masukan (input)
Dalam pembinaan perpustakaan adalah semua sumber daya
perpustakaan, baik yang bersifat fisik (material) seperti aset atau karyawan,
koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana, sumber dana, perabot dan
perlengkapan, dan lain sebagainya, maupun yang non fisik (immaterial) seperti
penetapan kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, komitmen, semangat,
mitra kerja. Semuanya itu merupakan modal yang sangat penting untuk mendorong
membina dan mengembangkan perpustakaan.
b.
Proses (process)
Proses yang ada dan terjadi di perpustakaan adalah
semua aktivitas yang diawali dengan penyusunan program dan perencanaan atas
semua kebutuhan, waktu, strategi, pengukuran kerja, penetapan peraturan/
ketentuan, keterlibatan faktor pendukung, faktor yang mempengaruhi efisiensi,
dan lain sebagainya. Kemudian implementasi perencanaan tersebut kedalam
berbagai kegiatan yang melibatkan semua unsur yakni pimpinan, staf, pelaksana
teknis di perpustakaan. Semua proses tersebut diarahkan, dikoordinasikan, dan
diselenggarakan guna mencapai target, sasaran dan tujuan akhir perpustakaan.
c.
Keluaran atau
hasil (output)
Keluaran atau hasil yang akan dicapai oleh
perpustakaan adalah terjadinya transfer atau alih informasi dari berbagai
sumber di perpustakaan dan di luar perpustakaan melalui perpustakaan sebagai
medianya kepada masyarakat pemakai secara maksimal. Semakin banyak transaksi
informasi yang terjadi, maka akan makin besar manfaat atau hasil yang
diperoleh. Selanjutnya dari proses peralihan informasi dan ilmu pengetahuan itu
maka para pemakai perpustakaan akan memperoleh nilai tambah atas keberadaan
perpustakaan.
d.
Dampak yang
dihasilkan atau dirasakan (outcome)
Dampak yang dihasilkan atas pembinaan perpustakaan
adalah semua akibat yang semestinya baik terhadap perpustakaan dan masyarakat.
Dampak tersebut antara lain perpustakaan makin berkembang, tumbuhnya kesadaran
masyarakat tentang pentingnya perpustakaan, tersebarnya informasi, ilmu pengetahuan,
teknologi dan budaya, terjadinya perubahan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill),
dan sikap atau perilaku (attitude)
masyarakat pemakai perpustakaan.
e.
Pengaruh (impact)
Pengaruh yang ditimbulkan oleh keberhasilan pembinaan
perpustakaan dapat dilihat pada tingkat perkembangan kecerdasan masyarakat
pemakai perpustakaan, baik langsung maupun tidak. Pengaruh itu misalnya
terciptanya gemar membaca (reading hobby),
tumbuhnya kebiasaan membaca (reading
society), dan terwujudnya budaya baca atau terciptanya masyarakat belajar (learning society). Di sisi lain akan
berkembang penelitian, dan makin tersebarnya informasi melalui akses
perpustakaan yang mudah, cepat, tepat waktu dan tepat objeknya.
f.
Keuntungan (benefit)
Keuntungan yang dapat dipetik atas keberhasilan
pembinaan perpustakaan dapat dirasakan oleh banyak pihak, baik pengelola
perpustakaan, masyarakat pemakai, dunia pendidikan, masyarakat perbukuan,
peneliti dan pengembang ilmu pengetahuan, maupun dalam rangka perkembangan
perpustakaan ke berbagai strata sosial masyarakat. Perpustakaan yang berkembang
dan maju akan berpengaruh luas kepada masyarakat. Pada gilirannya akan ikut
berpengaruh pula pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas.
Sedarmayanti.
Sumber Daya Manusia dan Produktivitas
Kerja. (Bandung: Mandar Maju, 2007), hlm. 260.
NS, Sutarno. Perpustakaan dan Masyarakat.
Ed. Rev. (Jakarta: Sagung Seto, 2006), hlm. 116.
Crawford, John. 2nd Ed. Evaluation of libraries
and information services. (London:
Aslib, the association for information management and information management
internasional. 2000), hlm. 34.



