Kamis, 22 Januari 2015

KINERJA PERPUSTAKAAN

Kinerja suatu organisasi berbeda-beda, tidak dapat dijadikan standar pada organisasi lainnya. Definisi kinerja menurut Sedarmayanti adalah hasil kerja seseorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan). Kinerja perpustakaan menurut Sri Purnomowati, didefinisikan sebagai efektivitas layanan yang disediakan oleh perpustakaan dan efisiensi sumber daya yang dialokasikan dan digunakan untuk layanan tersebut.
Sutarno NS mengatakan bahwa Kinerja atau “performance” sebuah perpustakaan adalah gambaran atas keberhasilan atau pun kegagalan penyelenggaraan perpustakaan. Suatu kegiatan dinilai berhasil atau mengalami kegagalan dapat diukur dengan menghitung perbandingan antara rencana yang ditetapkan dengan hasil riil yang dicapai. Karena penyelenggaraan sebuah perpustakaan tidak dapat dipahami hanya sebatas sebuah ruang dan gedung atau akomodasi fisik sebagai tempat penyimpanan buku semata, melainkan proses dalam penyelenggaraan itu juga. Definisi yang lain , pendapat dari John Crawford, Kinerja perpustakaan adalah efektivitas jasa yang disediakan perpustakaan dan efesiensi sumber daya yang digunakan untuk menyiapkan jasa. Untuk menilai efektivitas kinerja perpustakaan dikenal beberapa teori, antara lain konsep kriteria. Dengan konsep ini memungkinkan untuk menilai efektivitas perpustakaan melalui pengukuran terhadap akses, kepuasan pemakai, dan keuntungan penggunaan.
Untuk mengetahui apakah pembinaan penyelenggaraan perpustakaan tersebut berhasil atau sebaliknya mengalami kegagalan, maka ada beberapa indikator yang ditetapkan, menurut Sutano NS yaitu antara lain:
a.       Masukan (input)
Dalam pembinaan perpustakaan adalah semua sumber daya perpustakaan, baik yang bersifat fisik (material) seperti aset atau karyawan, koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana, sumber dana, perabot dan perlengkapan, dan lain sebagainya, maupun yang non fisik (immaterial) seperti penetapan kebijakan, peraturan dan perundang-undangan, komitmen, semangat, mitra kerja. Semuanya itu merupakan modal yang sangat penting untuk mendorong membina dan mengembangkan perpustakaan.  
b.      Proses (process)
Proses yang ada dan terjadi di perpustakaan adalah semua aktivitas yang diawali dengan penyusunan program dan perencanaan atas semua kebutuhan, waktu, strategi, pengukuran kerja, penetapan peraturan/ ketentuan, keterlibatan faktor pendukung, faktor yang mempengaruhi efisiensi, dan lain sebagainya. Kemudian implementasi perencanaan tersebut kedalam berbagai kegiatan yang melibatkan semua unsur yakni pimpinan, staf, pelaksana teknis di perpustakaan. Semua proses tersebut diarahkan, dikoordinasikan, dan diselenggarakan guna mencapai target, sasaran dan tujuan akhir perpustakaan.  
c.       Keluaran atau hasil (output)
Keluaran atau hasil yang akan dicapai oleh perpustakaan adalah terjadinya transfer atau alih informasi dari berbagai sumber di perpustakaan dan di luar perpustakaan melalui perpustakaan sebagai medianya kepada masyarakat pemakai secara maksimal. Semakin banyak transaksi informasi yang terjadi, maka akan makin besar manfaat atau hasil yang diperoleh. Selanjutnya dari proses peralihan informasi dan ilmu pengetahuan itu maka para pemakai perpustakaan akan memperoleh nilai tambah atas keberadaan perpustakaan.
d.      Dampak yang dihasilkan atau dirasakan (outcome)
Dampak yang dihasilkan atas pembinaan perpustakaan adalah semua akibat yang semestinya baik terhadap perpustakaan dan masyarakat. Dampak tersebut antara lain perpustakaan makin berkembang, tumbuhnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya perpustakaan, tersebarnya informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya, terjadinya perubahan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap atau perilaku (attitude) masyarakat pemakai perpustakaan. 
e.       Pengaruh (impact)
Pengaruh yang ditimbulkan oleh keberhasilan pembinaan perpustakaan dapat dilihat pada tingkat perkembangan kecerdasan masyarakat pemakai perpustakaan, baik langsung maupun tidak. Pengaruh itu misalnya terciptanya gemar membaca (reading hobby), tumbuhnya kebiasaan membaca (reading society), dan terwujudnya budaya baca atau terciptanya masyarakat belajar (learning society). Di sisi lain akan berkembang penelitian, dan makin tersebarnya informasi melalui akses perpustakaan yang mudah, cepat, tepat waktu dan tepat objeknya.
f.       Keuntungan (benefit)
Keuntungan yang dapat dipetik atas keberhasilan pembinaan perpustakaan dapat dirasakan oleh banyak pihak, baik pengelola perpustakaan, masyarakat pemakai, dunia pendidikan, masyarakat perbukuan, peneliti dan pengembang ilmu pengetahuan, maupun dalam rangka perkembangan perpustakaan ke berbagai strata sosial masyarakat. Perpustakaan yang berkembang dan maju akan berpengaruh luas kepada masyarakat. Pada gilirannya akan ikut berpengaruh pula pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam arti luas.



 Daftar Pustaka: 

Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. (Bandung: Mandar Maju, 2007), hlm. 260.
Purnomowati, Sri. Mengukur Kinerja Perpustakaan. BACA. Vol. 25, no. 3-4, September-Desember, 2000.
NS, Sutarno. Perpustakaan dan Masyarakat. Ed. Rev. (Jakarta: Sagung Seto, 2006), hlm. 116.
Crawford, John. 2nd Ed. Evaluation of libraries and information services. (London: Aslib, the association for information management and information management internasional. 2000), hlm. 34.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar